Tarunaedu: Journal of Education and Learning https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel <p style="text-align: justify;"><strong>TARUNAEDU: Journal of Education and Learning</strong> is published by the Study Program of Pendidikan Agama Islam (PAI), Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya, Indonesia. The journal pursues the academic exploration of Indonesian Islamic education discourses such as schools, colleges, universities, and other Islamic educational institutions such as pesantrens (Islamic boarding schools) in Islamic education discourses. The journal promotes empirical research and theory relevant to Islamic-affiliated educational institutions. The topics of the journal cover the micro, meso, and macro levels of Islamic education, such as the philosophy, Islamic school leadership, learning strategy, curriculum, learning evaluation, inclusive education, education based on culture, and the politics of Islamic education. TARUNAEDU is an open-access journal, published twice a year (March and September), that always places Islamic education in the center of academic inquiry and invites any discussions on its aim and scope.</p> en-US milamahmudah@staitaruna.ac.id (Mila Mahmudah) ihyaulkholid@staitaruna.ac.id (Ihyaul Kholid) Tue, 01 Sep 2026 05:15:33 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Analisis Relevansi Nilai-Nilai Multikultural dalam Buku Teks PAI dan Budi Pekerti Kelas IX Kurikulum Merdeka https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/1062 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai multikultural di tengah masyarakat Indonesia yang plural, khususnya melalui transformasi Kurikulum Merdeka yang menekankan Profil Pelajar Pancasila. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis relevansi nilai-nilai multikultural dalam buku teks Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti Kelas IX Kurikulum Merdeka terbitan Kemendikbudristek. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) secara kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi terhadap narasi, materi, instrumen evaluasi, dan ilustrasi visual dalam buku teks tersebut, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks PAI Kelas IX telah mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dengan cukup baik, yang terepresentasi secara dominan pada materi tentang toleransi (tasamuh), menghargai perbedaan, serta sejarah perkembangan Islam di Nusantara. Nilai-nilai seperti inklusivitas, keadilan (’adalah), dan kesetaraan (musawah) telah termanifestasi dalam bab-bab pembelajaran. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan bahwa porsi materi visual dan contoh kasus kontekstual mengenai interaksi lintas agama masih perlu diperluas agar lebih relevan dengan realitas sosial siswa yang heterogen. Kesimpulannya, buku teks ini telah relevan dalam mendukung pilar Kebinekaan Global, namun guru tetap disarankan memberikan suplemen pembelajaran kontekstual demi mengoptimalkan pemahaman multikultural siswa.</p> Ahmad Qomaruz Zaman; Amirul jamil; Alwi Bun Yamin, M. Mahbubi Copyright (c) 2026 Ahmad Qomaruz Zaman; Amirul jamil; Alwi Bun Yamin, M. Mahbubi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/1062 Tue, 01 Sep 2026 00:00:00 +0000 Islamic Values Based Human Resource Management and Teacher Competence as Determinants of Educational Quality https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/1077 <p>This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of Islamic values-based Human Resource Management (HRM) and teacher competence on educational quality at MAN 2 Situbondo. Employing a quantitative causality approach with a census sampling method, data were gathered via structured questionnaires administered to 65 permanent teachers and analyzed using multiple linear regression. The findings indicate that partially, Islamic values-based HRM exerts a positive and significant effect on educational quality (t = 4.783; p &lt; 0.05), as does teacher competence (t=3.322; p&lt;0.05). Simultaneously, both variables significantly influence educational quality (F=36.553; p&lt; 0.05), contributing an Adjusted R^2 of 54%, with remaining variations explained by unexamined factors. The novelty of this study lies in integrating Islamic valuessuch as justice, trustworthiness, and excellenceinto managing an A-accredited Islamic secondary school. In conclusion, integrated Islamic HRM governance and teacher professionalism serve as critical determinants of educational quality. Future research is recommended to incorporate external variables, including headmaster transformational leadership and organizational culture.</p> Fadhurrosi, Azisi Copyright (c) 2026 Fadhurrosi, Azisi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/1077 Tue, 01 Sep 2026 00:00:00 +0000 Perkembangan Pendidikan Agama Islam Pada Masa Orde Lama https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/989 <p>Pendidikan Islam pada masa Orde Lama (1945–1966) mengalami berbagai tantangan, baik dari segi kebijakan pemerintah, kondisi sosial politik, maupun keterbatasan sarana pendidikan. Meskipun demikian, periode ini menjadi titik awal yang penting bagi terbentuknya fondasi kuat bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perkembangan pendidikan Islam pada masa Orde Lama, serta memahami peran tokoh-tokoh Islam dan lembaga pendidikan dalam mempertahankan eksistensi pendidikan agama di tengah dinamika politik nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) yang bersifat historis, melalui penelusuran berbagai literatur, arsip, dan peraturan yang berkaitan dengan kebijakan pendidikan Islam pada masa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan Kementerian Agama pada 3 Januari 1946 menjadi langkah awal yang signifikan karena untuk pertama kalinya urusan pendidikan agama diatur secara resmi oleh negara. Di sisi lain, pesantren dan madrasah tetap berperan aktif sebagai pusat pendidikan Islam yang menanamkan nilai-nilai moral, keagamaan, dan kebangsaan. Tokoh-tokoh seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Zainal Mustafa, dan H.M. Rasjidi memiliki kontribusi besar dalam memperjuangkan pengakuan pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional. Dengan demikian, masa Orde Lama memberikan dasar yang kokoh bagi lahirnya sistem pendidikan Islam di Indonesia dan menjadi pijakan penting bagi perkembangan pendidikan Islam pada periode-periode berikutnya.</p> Siti Chomsiyah, Afifah Copyright (c) 2026 Siti Chomsiyah Siti, Afifah https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/989 Tue, 01 Sep 2026 00:00:00 +0000 Mengungkap Kriteria Hadis Palsu dalam Ilmu Mustalahul Hadis https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/1154 <p><em>Scholars differ on when the forgery of hadith began. People have falsified various hadiths for varying motives and purposes. Furthermore, for certain interests, people are able and willing to fabricate them. The term “hadith maudu’” is defined as a hadith attributed to the Prophet Muhammad (peace be upon him) that is fabricated and false, even though he did not actually say, do, or establish it. Using a “maudu’” hadith is invalid, and it is forbidden to narrate it unless forced to do so or to have the hadith examined by a scholar. Based on existing historical data, hadith forgery was not only carried out by Muslims but also by non-Muslims, for various motives and interests, including political conflict, the efforts of heretics (zindiq), fanaticism towards nations and tribes, and efforts to influence the laity, among others.</em></p> <p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Hadith; Hadith Maudu’; Sanad; Matan</em></p> Nasiri Copyright (c) 2026 Nasiri https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/1154 Tue, 01 Sep 2026 00:00:00 +0000 Tahfiz Al-Qur'an Berbasis Spiritual Quotient: Konsep, Desain Kurikulum, Dan Relevansinya Terhadap Kecerdasan Spiritual Santri (Studi Kasus di Madrasah Hifdzil Qur'an Pondok Pesantren Putri Walisongo Cukir Jombang) https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/1178 <p><em>This study examines Qur'anic memorization (tahfiz) as a system of spiritual education rather than a mere act of textual memorization. It aims to analyze the concept of spiritual-quotient-based tahfiz, its curriculum design, and its relevance to students' spiritual intelligence at Madrasah Hifdzil Qur'an, Pondok Pesantren Putri Walisongo, Cukir Jombang. Using a post-positivist paradigm with a quasi-qualitative approach, data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies involving caretakers, teachers, and students, then analyzed through data reduction, display, and conclusion drawing. The findings reveal that tahfiz practice is grounded in six layers of orientation (theological, preservative, spiritual-transformative, devotional, life-provisioning, and da'wah) that give rise to seven empirically observable indicators of spiritual intelligence: spiritual awareness, sincerity, autonomous religious discipline, meaning sensitivity, mental resilience, active tawakal, and socio-moral awareness. The curriculum is designed in an integrative-adaptive manner through the talaqqi method, a spiritually-grounded memorization sequence, and layered evaluation that also assesses students' spiritual condition. The relevance of tahfiz to spiritual intelligence occurs through five mutually reinforcing mechanisms: repeated intensive interaction with the text, muraja’ah as structured dhikr, recitation sessions as presence training, a sacralized daily rhythm, and the experience of memorization difficulties as a catalyst for spiritual growth. This study contributes a conceptual model of tahfiz as a pedagogy of self-transformation that integrates the pesantren's Sufi tradition with contemporary spiritual quotient theory. </em></p> Silmi Adawiya, Abd Haris, Triyo Supriyatno Copyright (c) 2026 Silmi Adawiya, Abd Haris, Triyo Supriyatno https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/1178 Wed, 30 Sep 2026 00:00:00 +0000