Tarunaedu: Journal of Education and Learning https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel <p style="text-align: justify;"><strong>TARUNAEDU: Journal of Education and Learning</strong> is published by the Study Program of Pendidikan Agama Islam (PAI), Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya, Indonesia. The journal pursues the academic exploration of Indonesian Islamic education discourses such as schools, colleges, universities, and other Islamic educational institutions such as pesantrens (Islamic boarding schools) in Islamic education discourses. The journal promotes empirical research and theory relevant to Islamic-affiliated educational institutions. The topics of the journal cover the micro, meso, and macro levels of Islamic education, such as the philosophy, Islamic school leadership, learning strategy, curriculum, learning evaluation, inclusive education, education based on culture, and the politics of Islamic education. TARUNAEDU is an open-access journal, published twice a year (March and September), that always places Islamic education in the center of academic inquiry and invites any discussions on its aim and scope.</p> en-US milamahmudah@staitaruna.ac.id (Mila Mahmudah) ihyaulkholid@staitaruna.ac.id (Ihyaul Kholid) Mon, 09 Mar 2026 01:40:12 +0000 OJS 3.3.0.13 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Efektivitas Muraja’ah Al-Qur’an Secara Daring Melalui Platform Game Roblox Bagi Penguatan Hafalan Peserta https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/777 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme dan efektivitas pelaksanaan muraja’ah Al-Qur’an secara daring melalui platform game Roblox terhadap penguatan hafalan peserta. Dalam era digital, aktivitas pendidikan semakin mengalami pergeseran menuju ruang virtual, termasuk praktik muraja’ah yang umumnya dilakukan secara tatap muka. Melalui pendekatan kualitatif dengan dukungan data kuantitatif dari 33 responden angket, penelitian ini menemukan bahwa Roblox dapat digunakan sebagai media alternatif muraja’ah yang interaktif, fleksibel, dan menarik bagi generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 70% responden memberikan penilaian positif terhadap efektivitas muraja’ah melalui Roblox, baik dari aspek penguatan hafalan, peningkatan motivasi, maupun kenyamanan proses belajar. Meskipun demikian, efektivitas ini tetap memerlukan dukungan struktur pembelajaran, pendampingan guru, serta pengawasan kualitas bacaan agar hasil muraja’ah tidak hanya berdasarkan persepsi, tetapi juga terukur secara objektif. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan pendidikan Al-Qur’an berbasis digital dan membuka ruang eksplorasi baru mengenai integrasi teknologi, media game, dan tradisi keilmuan Islam.</p> <p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong>Muraja’ah, Roblox, Tahfidz Digital, Pembelajaran Al-Qur’an, Media Interaktif<strong><em>&nbsp; </em></strong></p> Naesyah Fazriah, Suci Purnama Sari, Ade Fakih Kurniawan Copyright (c) 2026 Naesyah Fazriah, Suci Purnama Sari, Ade Fakih Kurniawan https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/777 Sun, 01 Mar 2026 00:00:00 +0000 Kreativitas Dan Inovasi Guru Dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Abad 21 https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/813 <p>Pembelajaran abad 21 menuntut pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta literasi digital pada peserta didik. Dalam konteks ini, peran guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator dan inovator pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kreativitas dan inovasi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran abad 21. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional dan internasional, buku, dan prosiding yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa kreativitas guru dalam mengemas materi, memilih metode, dan menciptakan suasana belajar yang menarik serta inovasi guru dalam pemanfaatan teknologi digital dan penerapan model pembelajaran inovatif seperti Project Based Learning dan Problem Based Learning berkontribusi signifikan terhadap peningkatan motivasi, keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan hasil belajar siswa. Meskipun demikian, implementasi kreativitas dan inovasi guru masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sarana, beban administrasi, dan kurangnya pelatihan profesional. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan penguatan kompetensi guru secara berkelanjutan agar kualitas pembelajaran abad 21 dapat tercapai secara optimal<em>.</em></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> Susilo Beye Paputungan, Ruwia Abdullah Buhungo Copyright (c) 2026 Susilo Beye Paputungan, Ruwia Abdullah Buhungo https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/813 Sun, 01 Mar 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Metode Storytelling dalam Pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Darul Quran Pekanbaru https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/825 <p><em>This study aims to describe the implementation of the storytelling method in teaching Akidah Akhlak at MTs Darul Qur'an Pekanbaru, as well as to analyse the supporting and inhibiting factors and their implications for the learning process and outcomes. The background to this study is based on the need for innovative teaching methods that not only address cognitive aspects but also affective aspects and character building in students. This research uses a qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with Akidah Akhlak teachers and documentation studies. The results show that the storytelling method is applied by inserting Islamic stories relevant to the material, delivered in a communicative, expressive, and persuasive manner so as to attract students' attention and foster a deeper understanding of religious values. Supporting factors for the application of this method include teachers' communication skills and the religious culture of the madrasah, while obstacles include time constraints and student character variations. Storytelling has been proven to have positive implications for improving religious concept understanding, moral value internalisation, learning motivation, and the pedagogical relationship between teachers and students. Thus, storytelling is an effective and relevant method to be applied in Akidah Akhlak learning, particularly in fostering students' moral and spiritual awareness.</em></p> Rahmadani Akbar Copyright (c) 2026 Rahmadani Akbar https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/825 Sun, 01 Mar 2026 00:00:00 +0000 Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Menengah Pertama Dewantara Surabaya https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/431 <p>Dalam penelitian ini, peneliti menemukan fenomena yang unik di SMP Dewantara Surabaya. Berbeda dari sekolah lainnya, guru PAI di sekolah ini menjalankan perannya dengan pendekatan yang khas, namun tetap berhasil meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran PAI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami peran guru PAI dalam meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan dilaksanakan di SMP Dewantara Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan tidak terstruktur dengan guru-guru PAI, serta didukung oleh dokumentasi dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai pendidik, pembina, dan pengawas sangat berpengaruh dalam meningkatkan minat belajar siswa. Hal ini terbukti SMP Dewantara Surabaya, yang menerapkan dua kurikulum secara bersamaan, yaitu kurikulum umum dan kurikulum khusus keagamaan. Kurikulum keagamaan tersebut mencakup target hafalan minimal Surat Yasin saat lulus, serta kegiatan praktik ibadah harian seperti wudhu, sholat dhuha, muroja’ah hafalan, sholat dzuhur berjamaah, dan azan. Meskipun materi keagamaan di sekolah ini cukup padat, para siswa tetap menunjukkan minat belajar yang tinggi terhadap mata pelajaran PAI. Hal ini menunjukkan bahwa peran guru yang dijalankan secara optimal dapat memengaruhi minat belajar siswa secara positif. Oleh karena itu, disarankan adanya penambahan alokasi waktu pembelajaran PAI, terutama di tingkat sekolah dasar, untuk mendukung capaian pembelajaran yang lebih baik di jenjang berikutnya, seperti di SMP Dewantara Surabaya.</p> <p>&nbsp;</p> Akhmad Fadli Copyright (c) 2025 Akhmad Fadli https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://journal.staitaruna.ac.id/index.php/jel/article/view/431 Sun, 01 Mar 2026 00:00:00 +0000